20 Februari, 2008

Celakalah yang Shalat....!!!

Alkisah, ada seorang abid dari bani Israil. Dia banyak menghabiskan waktunya dengan beribadah kepada Tuhan di mihrabnya. Suatu hari dia melakukan safar, dan di tengah perjalanannya dia beristirahat sejenak. Ketika waktu shalat tiba, diapun beranjak untuk melaksanakan shalat. Sewaktu hendak memulai shalat, sang abid ini melihat dua orang anak laki-laki remaja sedang mempermainkan seekor ayam. Mereka mencabuti bulu ayam itu satu per satu. Kalau ayam itu bisa berbicara, lolongannya adalah teriakan minta tolong, tapi yang terdengar adalah suara kokokan yang tidak jelas maknanya.
Sang abid ini hanya tertegun sesaat, lalu kemudian melanjutkan niatnya. Menghadap ke kiblat dan dengan khusyuknya melaksanakan shalat, bermi'raj kepada Tuhannya.
Kedua anak tadi, setelah puas, meninggalkan ayam -yang tak bisa lagi mempertahankan hidupnya- begitu saja.
Belum juga sang abid menyelesaikan 'mi'raj'nya, tiba-tiba petir menggelegar dengan keras, angtin bertiup kencang, alam yang sebelumnya tampak cerah berubah drastis menjadi mendung dan kelabu. Terdengar suara yang bergemuruh dari langit, "Hai tanah tenggelamkan hamba yang durhaka ini, dia telah melakukan kedurhakaan yang sangat, celakalah dia...."
Tanah patuh dengan titah, bergetar keras dan tanpa ada waktu sedikit pun untuk sekedar menyadari apa yang terjadi, sang abid terhempas ke dalam tanah.
Kisah ini saya baca dalam buku kisah-kisah tentang shalat, saya terjemahkan secara lepas dari bahasa persia. Kisah ini menceritakan tentang seorang ahli ibadah yang ditenggelamkan Tuhan ke dalam tanah karena lebih asyik dengan ibadahnya sendiri, dan tidak memberikan pertolongan kepada ayam yang sebenarnya ia mampu melakukannya. Ayam yang dicabuti bulunya satu demi satu akhirnya mati tak tertolong. Tuhan menyebut abid ini sebagai orang yang durhaka, dan dilaknat sebagai orang yang celaka. Kitapun membaca dalam surah al-Maun tentang orang yang shalat tapi dalam pandangan Ilahi ia termasuk hamba-hamba yang celaka. Yakni orang yang dengan shalatnya tidak memberikan pengaruh kepada jiwanya untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang lain dengan sesuatu yang berguna. Begitupun abid pada kisah ini. Dalam konteks kekinian, dengan banyaknya orang yang dicabut hak-haknya, kebebasan dan kebahagiannya dirampas begitu saja oleh yang lebih berkuasa, apakah shalat-shalat yang kita lakukan memberikan pengaruh kepada jiwa kita untuk bisa memberikan pertolongan kepada mereka ? mereka bukan ayam yang dicabuti bulunya, mereka saudara-saudara kita, dari bangsa kita : manusia. Kalau kemurkaan Tuhan kepada abid yang tidak memberikan pertolongan kepada ayam yang dizalimi dengan menenggelamkannya ke dalam tanah, lalu kemurkaan yang bagaimana terhadap mereka yang berdiam diri saja melihat saudara-saudara mereka di zalimi ?
Teman saya dari Irak, pernah memperdengarkan sebuah hadits, katanya, di akhirat nanti semua orang merasa bersyukur kecuali satu golongan. Orang-orang mukmin bersyukur menjadi orang mukmin dan bukan hanya muslim. Orang-orang muslim bersyukur waktu di dunia tidak termasuk orang-orang kafir. Orang-orang kafir bersyukur tidak termasuk orang-orang munafik. Dan kaum munafikin bersyukur tidak termasuk golongan orang yang melalaikan shalat. Dan satu-satunya golongan yang meratap penuh penyesalan adalah mereka yang lalai dalam shalatnya. Hadits ini, sampai saat ini belum saya cek kesahihannya, namun kita bisa mengambil hikmah dari kutipan yang katanya hadits ini, bahwa Tuhan murka kepada mereka yang shalat namun lalai dengan keadaaan sekitarnya. Dan bukankah di sekitar kita, dengan mudah kita menemukan orang yang sulit menemukan makanan, karena hak-hak mereka dirampas dan dicabut ?

16 Februari, 2008

Bunga dan Matahari

Kak, kalau adik jadi bunga, kakak mau jadi apa ?
Kakak mau jadi matahari sayang .....
Kenapa matahari ka', kenapa bukan kumbang ? Sayang, kumbang hanya menghisap sarinya bunga saja, terus pergi....
madu yang dibuatpun bukan untuk sang bunga....
sedang matahari, bukankah tanpa sinarnya bunga tak bisa bertumbuh....
dan tanpa cahayanya keindahan bunga takkan pernah terlihat pandangan....
Iya Kak, terus kalau adik jadi bulan, kakak mau jadi apa ?
Tetap jadi matahari sayang.....
Kok begitu kak, bukankah matahari dan bulan tak pernah bersama....
kenapa tidak jadi bintang saja...?
Sayang, bukankah rembulan itu bercahaya karena matahari yang menyinari ?
bukankah matahari lebih dekat dengan bulan daripada bintang ?
dan bukankah matahari memberikan kesempatan sang bulan untuk menampakkan keindahannya?
Kak, seandainya adik sakit, dan penyakit ini bisa dipindahkan, bersedia tidak sakit adik dipindahkan ke kakak ?
Tidak sayang, kalau sakit adik bisa dipindahkan kenapa harus ke saya, qta pindahkan saja ke tembok supaya diantara kita tidak ada yang sakit, supaya kita bisa menghabiskan waktu bersama dalam ketaatan kepadaNya....
Kak, saya mohon kakak jujur siapa yang ada di hati kakak, apa betul hanya saya seorang ?
Kakak tidak tahu sayang, bukankah saya tak punya hati lagi setelah adik mencurinya....

15 Februari, 2008

persetujuan dengan bung karno

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (Chairil Anwar : 1948)

Kontroversi Kepahlawanan Tuanku Imam Bonjol

Ro Bonjol… Ro Bonjol
(Bonjol datang… Bonjol datang).

Basyral Hamidy Harahap, 67 tahun, peneliti sejarahMandailing, masih ingat cerita-cerita lisanturun-temurun di kampungnya di Simanabun, PadangLawas. Kisah tentang bagaimana takutnya pendudukketika pasukan Padri pimpinan Tuanku Tambusai datangmenyerbu. Masyarakat Simanabun memukul kentungansembari berteriak, "Bonjol datang, Bonjol datang."Lalu mereka naik perbukitan Dolok menyelamatkan diri. Kontroversi Kebrutalan Kaum PadriGerakan Padri selama ini diidentikkan dengankepahlawanan Imam Bonjol dan kelompoknya melawanBelanda. Tapi belakangan sebuah buku lama yangkontroversial dan me sisi gelap Padri,Tuanku Rao, diterbitkan kembali. Lalu muncul buku barudengan judul Greget Tuanku Rao sebagai reaksi. Kedua buku ini memperlihatkan bahwa gerakan Padrisesungguhnya adalah gerakan Wahabi—gerakan pemurnianIslam yang dilakukan secara keras terhadap Islamkultural di Minang dan Batak. Dan itulah gerakan yangmembuat puluhan ribu nyawa jadi korban. Imam Bonjol dianggap dengan sadar melakukan itu, sehingga ada usul gelar pahlawan nasional dicabut darinya. Betulkahdemikian? Ikuti pembahasan Tempo.

… Petisi ini mendesak Pemerintah Indonesia untukmembatalkan pengangkatan Tuanku Imam Bonjol sebagaiPahlawan Perjuangan Kemerdekaan…. Imam Bonjol adalahpimpinan Gerakan Wahabi Paderi…. Gerakan ini memilikialiran yang sama dengan Taliban dan Al Qaeda…. Invasi Paderi ke Tanah Batak menewaskan jutaan orang…. Petisi online itu tersebar di banyak mailing listseminggu lalu. Seorang anak muda, MudySitumorang—lulusan Teknik Elektro Institut TeknologiSepuluh Nopember, kelahiran Simanindo, PulauSamosir—telah mengirimnya. Dalam petisi itu, iamembeberkan dosa-dosa gerakan Padri, antara lain pembantaian massal keluarga Kerajaan Minangkabau Pagaruyung dan penyerbuan Padri ke Batak yang menewaskan Sisingamangaraja X. Ia mengatakan petisi itu atas nama pribadi, bukan organisasi, dan semata-semata untuk pelurusan sejarah."Kita tunggu sampai 500 pendukung. Hasilnya dikirim kepemerintah," katanya saat dihubungi Tempo. Sampai sekarang, petisi itu memang belum "berbunyi". Namun petisi ini mengingatkan orang akan dua buah buku bertema sama yang baru-baru ini terbit. Yang satuadalah buku lama karya Mangaradja Onggang Parlindunganberjudul Tuanku Rao. Buku itu pertama kali dicetakpenerbit Tanjung Pengharapan, 1964, dan diluncurkankembali oleh penerbit LKiS Yogya, Juni lalu, tanpa suntingan apa pun, bahkan tetap dalam ejaan lama. Itulah buku yang pada 1964 menghebohkan. Buku itutidak bercerita langsung tentang Imam Bonjol, tapi berisi kronologi penyerangan komandan-komandan Padri. Parlindungan sendiri menyusun buku itu berdasarkan data sejarah Batak yang dimiliki ayahnya, Sutan Martua Radja. Pada 1918, ayahnya adalah guru sejarah diNormaalschool Pematangsiantar. Ayahnya memiliki warisan dokumen sejarah Batak turun-temurun dari tigagenerasi sepanjang 1851-1955. Di samping itu, Parlindungan memakai bahan-bahan milikResiden Poortman. Posisi Poortman sama dengan SnouckHurgronje. Snouck adalah seorang ahli Aceh, yanginformasinya diminta oleh pemerintah Belanda.Sedangkan Poortman adalah seorang ahli Batak. Poortmanpensiun pada 1930 dan kembali ke Belanda. Di Leiden,Belanda, Poortman lalu menemukan laporan-laporan paraperwira Padri sepanjang 1816-1820 untuk Tuanku ImamBonjol. Parlindungan mengenal Poortman secara pribadidan pernah bertemu di Belanda. Poortman mengirimka nbahan-bahan laporan itu saat Parlindungan menulis bukunya. Parlindungan bukan sejarawan profesional. Caranya menulis pun serampangan. Data yang diramunya itu sering ditampilkan cut and glue atau dinarasikan kembali dengan bahasa campuran: bahasa Indonesia lisan, kadang disisipi kalimat-kalimat Inggris yang panjang. Di sana-sini, ia memberikan komentar yang cara penulisannya seperti seorang ayah yang menerangkan kisah kepada anaknya. Kata ganti yang dipakai untuk dirinya adalah "Daddy". Sedangkan anak laki-lakinya di situ disebut "Sonny Boy". Ketikapolemik menghangat, buku itu ditarik dari peredaran. Buku itu pun jadi buku langka. Di sebuah pameran buku di Jakarta, buku itu beberapa tahun lalu bahkan sempat dihargai Rp 1,5 juta. Buku kedua, Greget Tuanku Rao, ditulis Basyral Hamidy Harahap, terbit September lalu. Basyral adalah KetuaJurusan Perpustakaan Universitas Indonesia 1965-1967 dan pensiunan pustakawan Koninklijk Instituut voorTaal-, Land- en Volkenkunde (KITLV). Ia inginmengoreksi beberapa info tentang Tuanku Rao yang dianggapnya kurang tepat. Tapi, pada garis besarnya,ia sepakat dan bahkan menambahkan data kekerasan yang dilakukan Padri. "Buku Parlindungan banyak salahnya,tapi buku itu ada di jalan yang benar." l l l Siapakah Parlindungan? Tak banyak yang tahu sosokpengarang ini. Basyral sendiri pada 1974 pernahbertemu dengannya di dekat rumah Hamka di Jakarta. Ialangsung menanyakan kabar polemik antara Parlindungandan Buya Hamka. Agaknya Parlindungan tak suka. "Saatitu ia langsung mengarahkan tongkatnya yang berkepalagading ke arah dahi saya. Saya kaget, mengelak,"kenang Basyral. Hal ini sedikit terkuak ketika anaknya, DorpiParlindungan Siregar, kini 59 tahun, mau berceritakepada Tempo—dialah anak yang dipanggil Sonny Boydalam bukunya. "Ayah saya seorang perwira KNIL. Perjalanan karierayah saya dimulai ketika pada 1 Oktober 1945, JenderalMayor Oerip Soemohardjo mendirikan Tentara KeamananRakyat (TKR). Beliau mengumpulkan 17 anak muda diYogyakarta, di antaranya Soeharto, Ibnu Sutowo, danayah saya." Pada usia 27 tahun, menurut Dorpi, ayahnya memperolehpangkat letnan kolonel. Sebagai insinyur kimia lulusanJerman dan Belanda, ayahnya menjadi bawahan dr WillerHutagalung, dulu dokter pribadi Jenderal Soedirman.Mereka kemudian mengambil bekas pabrik mesiu danperalatan senjata Belanda, yang lalu menjadi Pindad. Pada 1960, ayahnya ditahan rezim Soekarno karenadianggap pro-Masyumi. Tempat tahanan ayahnyaberpindah-pindah, dan akhirnya menjalani tahananrumah. Di sanalah, dengan data milik kakeknya danResiden Poortman, ayahnya menulis buku Tuanku Rao. Dan yang mengejutkan, bagian terbesar halaman bukuayahnya menceritakan kisah kejahatan algojo Padribernama Tuanku Lelo, sosok yang tak lain menurutParlindungan adalah kakek dari kakeknya sendiri. "Jadiia seperti menceritakan aib keluarga sendiri. Takbanyak penulis yang berani seperti itu," kata AhmadFikri dari LKiS. Buku itu awalnya, menurut Dorpi,tidak diperuntukkan bagi umum, tapi bagi anak-anaknyasaja. "Sehabis membaca Al-Quran setiap hari, Ayahmembacakan cerita ini untuk saya dan adik," kenangDorpi akan ayahnya yang meninggal pada 1975 itu. Atas desakan teman-temannya, buku itu akhirnya diterbitkan.

Perang Paderi, Wahabi vs Syiah (peny)

Buku itu intinya berisi informasi bagaimana gerakan Wahabi masuk Minang. Waktu itu, tahun 1803, HajiPiobang, Haji Sumanik, dan Haji Miskin kembali ke Minang setelah bermukim di Mekkah lebih dari 12 tahun.Mereka adalah bekas perwira tentara Turki. Mereka mencoba menanamkan mazhab Hambali di Sumatera, menekankan pemurnian Islam. Gerakan pembersihan agama Islam ini menarik hati seorang mubalig besar bernama Tuanku Nan Rentjeh, yangtengah gundah lantaran di Minang berkembang Islam Syiah. Mereka bersama-sama kemudian mencita-citakan suatu Darul Islam. Piobang membentuk pasukan Padriyang sangat profesional. Pakaian mereka serba putih.Persenjataannya cukup kuat. Mereka, misalnya, menurutParlindungan, memiliki meriam 88 milimeter bekas miliktentara Napoleon yang dibeli "second hand" di Penang. Dua belas perwira Padri dikirim belajar di Turki. Tuanku Rao, yang aslinya seorang Batak bernama Pongkinangolngolan Sinambela, dikirim untuk belajartaktik kavaleri; Tuanku Tambusai, aslinya bernamaHamonangan Harahap, belajar soal perbentengan. Pasukan Padri juga memiliki pendidikan kemiliteran di Batusangkar. Sasaran pertama "gerakan kaum putih" ini adalah Istana Pagaruyung, karena istana itu dianggap sebagai boneka Belanda yang merintangi Darul Islam. Pada 1804, ribuan rumah dibakar dan keluarga Istana Pagaruyung dibantai. Untuk cita-cita Darul Islam, pasukan Padri ingin meluaskan agresinya ke luar alam Minangkabau—ke tanahBatak. Salah satu tamatan pendidikan militer Batusangkar,bernama Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin, olehTuanku Nan Rentjeh diperintah mencari lokasi yangbakal digunakan sebagai benteng—basis tentara Padrimenyerang Tanah Batak. Peto menemukan bekas sarangperampok di rute Minangkabau-Batak bernama Bonjol. Ia mengislamkan kawasan Bonjol, membangun benteng disana, serta melatih kekuatan 10 ribu tentara. Sejak itu, ia dijuluki Imam Bonjol. Buku Tuanku Rao ini menjelaskan cukup detail bagaimanapersiapan dan kronologi invasi Padri ke Batak Selatan(1816) dan Toba (1818- 1820). Dari etape-etape danserangan kilat (blitzkrieg), siasat-siasat, sampainotula rapat-rapat para panglima dideskripsikan.Pendiri Padri, Haji Piobang dan Tuanku Imam Bonjol,mengkoordinasi penyebaran pasukan di bawah pimpinanTuanku Rao, Tuanku Tambusai, Tuanku Lelo, TuankuAsahan, Tuanku Maga, dan Tuanku Kotapinang. Toba dikepung dari empat penjuru. Tuanku Asahan dengankavaleri berkekuatan 11 ribu tentara menyerang darisamping kanan; Kolonel Djagorga Harahap dengankekuatan 4.000 anggota pasukan dari sayap kiri; TuankuMaga menusuk dari sisi tengah atas dengan 5.000anggota pasukan; Tuanku Lelo bersama 9.000 tentaranyamerangsek dari sisi tengah bawah. Pada 1820,Sisingamangaraja X, yang bertahan di Benteng Bakkara,akhirnya tewas. Kepala Sisingamangaraja X ditusuk diatas tombak, dipancang di tanah. Penyerbuan yang paling bengis dilakukan oleh TuankuLelo. Parlindungan sendiri menganggap "eyangnya" itu"kriminal perang". Tuanku Lelo bernama asli IdrisNasution. Sosoknya besar, berjanggut hitam, berambutpanjang, berombak-ombak. Ia mengenakan baju jubah danserban yang seluruhnya putih serta suka memakaiselempang dan ikat pinggang berwarna merah bertaburanemas—yang dirampasnya di Pagaruyung. Ia dikenalsebagai algojo pembantai, juga maniak seks. Parlindungan bahkan sampai menyebut eyangnya ituseorang big scoundrel yang memiliki kelakuan binatang.Di tiap kawasan, sang eyang mengumpulkan ratusanwanita, lalu memerkosanya. Di Toba, 14 malamberturut-berturut pasukannya dibiarkan melakukan pestaseks besar-besaran. Ketika pasukan bergerak meninggalkan Toba, Tuanku Lelomemerintahkan ribuan wanita dikumpulkan di Red LightDistrict di Sigumpar Toba. Dari Sigumpar, merekadigiring berjalan kaki melalui Siborong-borong,Pangaribuan, Silantom, Simangambat, Sipirok, menujuNatal Mandailing. Sesampai di Mandailing, hanya 300wanita selamat; 900 mati. Yang capek dipenggal. Kemudian Belanda memutuskan menyerang Padri. Pertempuran pada 1820, menurut Parlindungan, meletusdi Benteng Air Bengis. Imam Bonjol turun sendiri.Tuanku Rao tewas di situ. Nah, di pertempuran AirBengis ini, secara licik Tuanku Lelo melakukandesersi. Melihat Imam Bonjol terdesak, ia lalumemimpin kavalerinya sendiri menuju Angkola danSipirok. Ia melanjutkan petualangannya, menjarah,membunuh, melampiaskan nafsu seksualnya. Ia lalumenjadi warlord di Angkola dan Sipirok selama1822-1833. Ia di sana mendirikan sebuah harem dibentengnya di Padang Sidempuan. Buku Tuanku Rao hanya sedikit menyinggung peran TuankuTambusai. Namun, menurut Basyral, Tuanku Tambusai takkalah kejam dibanding Tuanku Lelo. "Kebrutalan TuankuTambusai terjadi di daerah Padang Lawas, Dolok, danBarumun. Salah satu kawasan yang paling parah terkenaadalah daerah nenek moyang saya, Simanabun," tuturBasyral (lihat "Tambusai dan Pasukan Putih-putih"). l l l Para sejarawan berbeda pendapat soal kebrutalan ini."Sebetulnya masuknya Padri ke Batak bukan ekspansi.Kelompok-kelompok musuh Padri saat itu dapat dipukulmundur hingga ke Tapanuli Selatan. Karena itu, merekabertempur sampai ke daerah tersebut," tutur Dr MestikaZed, sejarawan dari Universitas Negeri Padang. "Sebagai sebuah buku sejarah, buku Parlindungansumbernya sangat lemah. Dokumen Poortman sendiridiragukan. Banyak yang tidak faktual," kata Dr AsviWarman Adam dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.Hamka bahkan pernah menganggap Tuanku Lelo hanyalahkarangan Parlindungan belaka (lihat "MengenangSanggahan Hamka"). Memang, sekarang mustahil untukmengecek semua sumber yang digunakan Parlindungan,karena semua data itu dimusnahkan oleh Parlindungansendiri. Dalam bukunya itu, Parlindungan menyebutkan data yangdiwariskan ayahnya kepadanya hanya meliputi 20 persendari yang dimiliki ayahnya. Ia menyaksikan sendiri,pada 1941, ayahnya membakar sisanya sambil bercucuranair mata di tepi Sungai Bah Bolon. "Daddy tidak mau risiko," katanya kepada anaknya. "Ourfamily secrets yang ketahuan pada outsiders cukup yangterbatas dalam buku ini. No more." "Saya menduga, ituadalah alibi dia, yang sebenarnya tak cukup memilikidata otentik, atau bisa juga ia tak mau sejarawan lainmenelitinya," kata J.J. Rizal dari Yayasan Bambu, yangmenerbitkan Greget Tuanku Rao. Akan halnya Dr Gusti Asnan, pengajar Jurusan SejarahFakultas Sastra Universitas Andalas, Padang,menganggap tidak semua sumber Belanda yang digunakanParlindungan mengandung bias. Dari 100 laporan, ada20-50 persen data yang benar. Menurut dia,historiografi Perang Padri sendiri dimulai pada1950-an. "Saat itu terjadi dekolonialisasihistoriografi Indonesia, termasuk Perang Padri. Demipersatuan dan kesatuan, bagian-bagian miring dari datayang ada, seperti kebrutalan Perang Padri, sengajatidak disiarkan." Ia juga melihat gerakan pasukan Padri tak semata-matabermotif agama, tapi juga ekonomi. Sejak akhir abadke-18 hingga awal abad ke-19, perkembangan ekonomi diSumatera Barat memang luar biasa karena booming kopi. Dr Gusti pernah membaca sebuah kisah tentang saudagarbernama Peto Magik di Pasaman. Ia dikenal sebagaisaudagar Padri—bisa dianggap konglomerat. SeorangBelanda bernama Bulhawer yang melakukan kerja samadengan Peto mengaku tidak melihat sedikit pun gambaranislami padanya. "Kesan yang dilihat Bulhawer, PetoMagik adalah seorang kapitalis. Dan gambaran ini sayarasa juga menggambarkan sebagian besar kaum Padri,"ujar Gusti. Maka, menurut Gusti, ketika daerah kekuasaan di TanahDatar dan Agam mulai direbut Belanda, kaum Padri punmeluaskan ekspansi ke utara: Bonjol, Pasaman, danTapanuli Selatan. Mengapa ke utara? Karena daerahutara memiliki basis kekayaan yang sangat tinggi.Apalagi, dengan menguasai area tersebut, Padri masihdapat melakukan hubungan dengan kaum lain, sepertiAceh, melalui jalur sungai. Sekalipun mengakui kekerasan yang dilakukan Padri,sebagian orang memandang dari sudut berbeda. "Soalnyasaat itu kan tidak ada HAM," kata sejarawan TaufikAbdullah. Basyral sendiri melihat Imam Bonjol mengetahui segalaperampokan, pemerkosaan, dan mutilasi yang dilakukanperwira-perwiranya. "Mustahil Imam Bonjol tak tahu. Iakan komandan," kata Basyral. Tapi Taufik Abdullah tak sependapat. Menurut dia,kekerasan di awal gerakan Padri bukan tanggung jawabTuanku Imam Bonjol. Saat gerakan Padri masih radikaldi awal, Tuanku Imam Bonjol masih muda dan barumenjabat sebagai asisten Tuanku Bandaro, salah satupemimpin gerakan Padri saat itu. "Buat saya, pencabutan gelar pahlawan itu nonsens.Justru di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol pasukanPadri lebih menitikberatkan serangan pada pihakBelanda," kata Taufik. Menurut Taufik, keliru jika melihat sosok Imam Bonjoldalam Padri disamakan dengan Diponegoro. "Diponegoromerupakan pemimpin tunggal, sementara gerakan Padrimerupakan gerakan sosial kolektif, dengan banyakpemimpin," katanya. Taufik mengatakan, bahkan, Tuanku Imam Bonjol sempatmengirim empat anak buahnya ke Mekkah untuk naik haji,termasuk Tuanku Tambusai. Tujuannya untuk melihatkondisi Islam di Mekkah. Ternyata Islam saat itu jauhlebih moderat. Sehingga, ketika kembali ke Minang,Tuanku Tambusai pun menjadi lebih moderat. Sekembalidari Mekkah, seperti disebut dalam Tuanku Rao, ia punmenyesal melihat dengan mata kepala sendiri bagaimanawanita-wanita ditawan oleh pasukan Tuanku Lelo. Menurut Taufik, adat basandi syarak justru mengemukadi bawah kepemimpinan Tuanku Imam Bonjol. Imam Bonjolwafat pada usia 93 tahun di Manado, pada 1864. Takbanyak orang yang tahu, ia meninggalkan sebuah"catatan harian".

Sumber : Tempo Edisi. 34/XXXVI/15 - 21 Oktober 2007

Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally

PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karna selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi. Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta. Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri," kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain. Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing (un)

Cinta dan Waktu

Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.
Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku.
Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam.
Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.
Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang.
Ia kian panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini," sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya lelaki tua tadi. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ...". Orang tua itu benar, waktulah yang memberitahu seberapa besar kadar cinta yang mengisi relung hati kita, sebab hanya waktu yang lebih mengenal cinta.

13 Februari, 2008

Met Valentine Sayang

Dindaku sayaaaaang...... percaya jeki tokh, dengan kekuatan cinta ???
cinta akan membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin... masih kiingatji sayang, tepat tahun lalu, dan tepat jam-jam seperti ini, kita mengikat janji untuk menghabiskan waktu dalam keletihan melawan, bersama. Tepat di awal hari dimana orang-orang menyebutnya sebagai hari kasih sayang... Hari ini sangat bermakna bagiku, meskipun kebanyakan ustadz2 di Indonesia menyebut valentine bid'ah, syirik atau tasyabbuh, terserah.....kita akan tetap merayakannya.....
heran juga melihat ijtihad2 keagamaan mereka, mereka selalu melempari rumah kita, sementara rumah mereka sendiri terbuat dari kaca....
apa salahnya kita menjadikan hari kita penuh kasih sayang, bukankah Tuhan Maha Rahman, Maha Rahim....yang dimintanya untuk kita selalu menyebutnya diawal aktivitas kita, agar sifatNya itu mendarah daging pada hamba-hamba yang dikasihiNya... Iya kan sayang..... ?
Bangsa kita butuh kasih sayang, butuh cinta, orang-orangnya sudah terlalu lama saling menaruh dendam dan kebencian... Iwan Fals mendendangkan, kalau cinta sudah dibuang jangan harap keadilan akan datang....itu karenanya di negeri kita keadilan menjadi barang yang sangat mahal, hanya mereka yang mampu membelinya saja yang mendapatkannya. Mereka telah membuang cinta, cinta menjadi onggokan sampah. Slank malah lebih memilih judul lagunya Kuil Cinta, bukan Masjid Cinta atau Mushallah Cinta, karena justru kebencian kebanyakan ditebar dari rumah-rumah suci itu... kita harus mengembalikan amanah agama ini sayang, agama yang penuh cinta kepada sesama, sebab bagaimana mungkin bisa mencintai Tuhan yang tidak terlihat kalau yang terlihat saja tidak bisa kita cintai....
Bukan begitu sayang ?
Ungkapan cinta yang terdalam adalah ketulusan hati, karenanya kita tidak perlu saling memberi bunga hari ini, kado, cokelat atau apa saja yang justru mematerialkan apa yang menjadi perasaan kita berdua..... kitapun tidak perlu hanya mengkhususkan hari ini....
Sebab kasih sayang harus selalu kita tebar kepada siapapun dan kapanpun.... Iyakan sayang ?
Dindaku, semoga kehadiranku dalam jiwa dan hatita, membuatmu lebih baik sayang.....aku sangat berharap engkau membisikkan ketelingaku, kata2 yang diucapkan Muhammad Iqbal tentang gurunya...
aku awalnya hanyalah kuncup, dan ketika kuditiupnya... aku mekar menjadi bunga....
sayang ada pesan dari Susanno Tamaro yang pernah saya baca :
Va dove Ti porta il euore; pergilah ke mana hati membawamu. Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapan mu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertama mu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatian mu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu…… (Susanna Tamaro) Dan pesan yang kudapat dari Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi : Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana-sini tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk montase seperti Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa pun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian.., ”maka berkelanalah di atas bumi ini untuk menemukan mozaikmu!” Pesan moral yang sangat kuat itulah yang aku tangkap dalam buku ini Jangan berhenti bermimpi, dan terus berusahalah menggapainya. Agar hidup tetap terasa berharga untuk diperjuangkan.
"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."
De'na, jangki berhenti bermimpi, seberat apapun yang akan kita hadapi, karena dengan mimpi dan harapan, hidup kita berharga sayang untuk kita perjuangkan.....
Dan yang terpenting, jangan pernah berhenti mencintaiku..... Met Valentine Sayang..... Aku mencintaimu, doata.
Dariku, yang selalu menjeritkan namamu. 14 Februari 2008, 00:06 waktu Makassar

Sajak Kerinduan ........buat istriku

Kalian bertepuk gembira, ketika seruling itu di bunyikan suaranya kau selingi dengan kegembiraan tak tertahan padahal tahukah engkau itu bukan erangan kegembiraan tapi rintihan yang memilukan dari sebilah bambu yang begitu merindukan rumpunnya Izinkan saya sayang, untuk tidak selalu menulis tentangmu tapi karenamu saya menulis..... Dariku, yang selalu menjeritkan namamu

Pengalaman Belajar di Kota Suci Qom

Pintu Gerbang Universitas Imam Khomeini Qom Qom, kota propinsi yang terletak 140 km sebelah utara Teheran ibu kota Iran. Setiap harinya para peziarah dari berbagai daerah di Iran, bahkan luar Iran berdoa memohon keberkahan dari beberapa tempat suci diantaranya, makam dari Fatimah al-Ma'sumah, saudari dari Imam Ali ar-Ridha keturunan Rasulullah. Di kota inilah, tentara Iran pertama kali menyerah kepada milisi Revolusi Islam yang sekaligus mengakhiri rezim Shah Pahlevi. Kota Qom merupakan pusat pendidikan Syi'ah terbesar di dunia. Hampir semua tokoh Iran mencicipi pendidikan keagamaan di Qom. Sehingga tidak heran jika Qom dikatakan sebagai pusat pengkaderan calon pemimpin agama sekaligus pemimpin politik. Tak kurang dari sederet nama-nama besar seperti Imam Khomeini, Imam Musa Sadr, Ayatullah Ali Khamaeni, Ayatullah Rafsanjani (mantan Presiden Iran 2 periode), Ayatullah Taqi Mizbah Yazdi, Hujjatul Islam Sayyid Khatami (Presiden Iran sebelum Ahmadi Nejad) bahkan Husein Tabataba’i, seorang anak dalam usia tujuh tahun meraih gelar Doktor dengan meraih nilai 93 di Hijaz College Islamic University terlahir dari pusat pendidikan keagamaan di Qom. Sejak Revolusi Islam Iran , Qom sudah menjadi salah satu kota multi nasional. Ribuan pelajar asing dari berbagai negara muslim, termasuk Indonesia , datang untuk menuntut ilmu di kota para Mullah ini. Tidak bisa dipungkiri, nama-nama besar tadi menjadi daya tarik bagi pelajar asing. Meski popularitasnya dikalangan kaum muslimin tidak sebagaimana Al Azhar di Mesir, namun Qom pun sudah pantas untuk disebut sebagai kota pelajar. Untuk menarik minat para pelajar asing, pemerintah Iran mengobral berbagai fasilitas serba gratis dari D3 sampai S3, dari fasilitas penginapan sampai beasiswa seratus persen. Dan sayapun termasuk seorang pelajar yang menimba ilmu di Qom , yang bukan saja tidak mengeluarkan biaya sama sekali malahan mendapat uang saku per bulannya. Dan bagi pelajar yang telah berkeluarga disediakan apartemen khusus sehingga dengan belajar di luar negeri tidak harus meninggalkan keluarganya di tanah air, sebab merekapun bisa ikut serta. Metode belajarnya terbilang unik, yang digunakan adalah sistem diskusi kecil. Sistem ini menyertakan 5 sampai 10 mahasiswa yang membahas satu mata kuliah. Kuliahpun tidak selalu dilakukan di dalam ruangan, namun sesekali di lakukan di tempat-tempat terbuka. Karenanya, kalau berkesempatan datang ke Qom, dengan mudah dapat disaksikan banyak sekali kelompok kecil yang sibuk mendiskusikan ilmu-ilmu agama, dari fikih sampai filsafat. Teman-teman menyebut metode belajar ini dengan sebutan metode Freiran. Tentu saja ini berbeda dengan Mesir (yang menurut informasi dari seorang teman yang belajar disana) masih menerapkan sistem klasikal dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ratusan untuk setiap kelasnya. Di Qom jumlah peserta kuliah dibatasi sampai sepuluh orang setiap kelasnya. Hal ini memungkinkan setiap pengajar mengenal dengan baik tiap-tiap mahasiswanya dan proses pembelajaranpun berlangsung akrab dan intensif. Kegiatan ekstrakurikuler pun bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk mengisi waktu senggangnya, mulai kegiatan olahraga seperti, renang, sepakbola, karate, taekwondo dan beberapa khusus olahraga Iran maupun kegiatan seni, seperti khat (seni kaligrafi), Tanfidz Qur'an dan sebagainya. Yang unik lagi, meskipun Hauzah Ilmiyah yang mengkaji tentang ilmu-ilmu Islam tidak ada aturan khusus yang mengatur cara berpakaian mahasiswa, sebagaimana santri-santri yang belajar di pesantren-pesantren Indonesia, kami tetap dibiarkan masuk ke ruang kuliah dengan gaya berpakaian yang kami mau (asal tetap rapidan sopan), sehingga saya pribadi dan beberapa teman masih setia dengan kaos oblong ke ruang-ruang kuliah. Hal yang menarik lainnya, masyarakat Iran sangat menghormati pelajar-pelajar asing. Pelajar asing mengingatkan mereka dengan pendahulunya, Abu Dzar Al-Ghiffari dan Salman al- Farisi yang berjalan kaki dari Persia untuk bertemu langsung dengan Rasulullah SAW di Mekah untuk menimba ilmu. Sehingga mereka terkadang memberikan perlakuan khusus dan istimewa terhadap pelajar asing. Terkadang jika naik taksi oleh supir digratiskan, ataupun ketika berbelanja harganya lebih murah, kalau antri di dahulukan dan sebagainya. Meskipun tidak bisa dipungkiri tidak sedikit pula yang membenci dan tidak senang dengan kedatangan pelajar-pelajar asing. Terutama dari kelompok yang anti revolusi Islam. Di antara sekian banyak madrasah tradisional yang bertebaran di seputar kota Qom, terdapat pula lembaga-lembaga pendidikan modern, seperti Universitas Imam Khomeini dan Muassasah Imam Khomeini, yang mulai mengadopsi sitem pengajarn modern, di samping sistem tradisional yang tetap dipertahankan. Media pengajarannyapun mengalami modenisasi. Ribuan literatur penting, baik dari kalangan sunnah maupun syiah telah di rekam dalam CD dan belajar dengan sistem komputerisasi. Mahasiswa asal Indonesia termasuk pelajar asing yang terbesar di Qom . Jumlahnya sekarang melebihi 200 orang, yang tersebar di berbagai Universitas dan Hauzah Ilmiyah. Karenanya, Indonesiapun dikenal oleh masyarakat Iran melalui interaksi dengan mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia. Selain lembaga-lembaga formal, di kota Seribu Mullah ini, bertebaran majelis-majelis kajian yang berjalan rutin dan bisa diikuti semua kalangan secara gratis. Istimewanya, para narasumber yang mengisi majelis-majelis tersebut bukanlah orang sembarangan. Tak kurang nama-nama beken seperti Ayatullah Javadi Amuli, Ayatullah Makarim Syirazi, Ayatullah Muhammad Taqi Mizbah Yazdi, Sayyid Kamal Haedari, Ayatullah Jaf'ar Subhani dan deretan Ayatullah lainnya mengajar di majeli-majelis kajian bebas tadi. Masyarakat Qom pun termasuk masyarakat yang punya tradisi belajar yang sangat tinggi, jadi sangat sesuai dengan keberadaan para Ayatullah di Qom. Masjid-masjid tidak hanya mereka jadikan tempat shalat berjama'ah melainkan juga sebagai 'ruang kuliah' dengan mendengarkan ceramah-cermah setiap harinya dari para Ayatullah, dari persoalan fikih hari-hari sampai pada pembahasan filsafat yang rumit. Jumlah perpustakaan dan toko bukupun tersebar di mana-mana, dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan persentase keberadaan toko buku lebih tinggi dibanding toko yang menjual barang/jasa lainnya. Tidak cukup dengan itu, di emperan-emperan toko sangat mudah menemukan orang yang menggelar buku sebagai barang jualannya. Inilah sekilas tentang Qom, kota dari sebuah negeri yang menjadikan Islam sebagai asas pemerintahannya, tempat ilmu bisa ditimba sebebas-bebasnya dan gratis segratis cahaya matahari.

11 Februari, 2008

Iran dan Revolusi yang Belum Selesai

Hari ini, rakyat Iran memasuki hari 22 Bahman, Hari Kemenangan revolusi Islam 29 tahun lalu, yang bertepatan dengan 11 Februari tahun 1979, dalam penanggalan Iran tanggal 22 Bahman 1357. Suasana gegap gempita di mulai dari sepuluh hari sebelumnya, yang merupakan hari kedatangan Imam Khomeini di Iran setelah pengasingannya di Perancis. Di seluruh pelosok negeri rakyat Iran melantunkan senandung kemenangan. Gerakan massa yang dipimpin Imam Khomeini berhasil menumbangkan kekuasaan Rezim Syah Pahlevi. Kemenangan itu sekaligus membuktikan kekuataan massa tanpa senjata melawan rezim yang terkuat di Timur Tengah kala itu. Kemenangan revolusi Islam membuka lembaran baru bagi negara ini. Rakyat Iran memasang gambar-gambar Imam Khomeini, gambar para syuhada dilengkapi kata-kata perlawanan terhadap berbagai macam kedzaliman dan penindasan. Bendera Iran yang ditengahnya bertuliskan kalimat Allah berkibar dimana-mana. Suasana revolusi 29 tahun silam memang sangat heroik, dan sulit untuk dilupakan rakyat Iran. Jutaan orang turun ke jalan dalam mobilisasi massa terbesar sepanjang sejarah revolusi-revolusi dunia, berhadapan dengan kekuatan militer terkuat kelima di dunia. Dalam pertempuran demi pertempuran sebelum dan pasca revolusi lebih dari satu juta rakyat Iran yang menjadi syuhada akibat perang Revolusi ini. Kekuatan kolosal kaum ploretar yang tak pernah menjadi perkiraan pengamat politik, menjatuhkan rezim dinasti yang sempat dirayakan hari jadinya yang ke 2.500 tahun 1971 oleh Syah Pahlevi. Dalam semalam suasana berubah drastis. Dinasti monarki hancur berkeping-keping dan berdirilah Republik Islam Iran. Republik Islam yang terbentuk berkat kemenangan revolusi Islam, adalah sistem pemerintahan baru yang dikenalkan bangsa Iran kepada dunia. Sebuah sistem pemerintahan yang tidak pernah tertulis dalam kamus politik manapun. Sistem yang menjadikan agama Islam sebagai pilar utama bagi membangun struktur politik, sosial dan budaya. Republik Islam memberikan perhatian besar kepada pembentukan spiritual dan nilai-nilai insaniah,dan inilah yang membedakan Republik Islam dari sistem-sistem pemerintahan lainnya. Memasuki Februari suasana benar-benar berganti. Muharram yang merupakan bulan berduka bagi rakyat Iran telah berlalu, kini kain hitam yang menutupi dinding-dinding rumah digantikan dengan kain berwarna hijau, putih dan merah. Gambar-gambar Imam Khomeini dan suasana revolusi 29 tahun lalu dipasang dimana-mana. Rakyat Iran menyebut 10 hari menjelang peringatan revolusi sebagai "Dah fajar mubarak" yang artinya sepuluh hari yang penuh keberkahan. Hari kedatangan Imam Khomeini 1 Februari 1979 dari pengasingannya di Perancis dianggap hari keberkahan. Selama 10 hari ini rakyat Iran mengisinya dengan berbagai peringatan. Mimbar-mimbar masjid yang biasanya digunakan para ustadz dan da'i berkhutbah selama 10 hari ini digantikan oleh persaksian tokoh-tokoh yang terlibat dalam revolusi, materi khutbah digantikan dengan kisah-kisah kepahlawanan mereka tentang peristiwa revolusi yang spektakuler terrsebut. Mereka diberi gelar Syahid Zendeh (para syahid yang hidup) dan didaulat untuk bercerita tentang hari-hari menjelang revolusi. Mereka yang ditangkapi, disiksa oleh kaki tangan Syah yang anti revolusi. Di saat-saat mereka bercerita, kadang diselingi oleh pekikan takbir dari jama'ah. Setiap malam semua stasiun TV menyuguhkan film-film dokumenter yang berlatar belakang hari-hari kejatuhan Syah Pahlevi ataupun film-film yang menceritakan kisah-kisah para tokoh revolusioner. Khutbah-khutbah perlawanan Imam Khomeini kembali diperdengarkan, begitupun ceramah-ceramah Syahid Murtadha Muthahari diperdengarkan lewat loudspeaker di jalan-jalan utama. Puncak peringatan pada hari 11 Februari, semua rakyat Iran bertumpah riah di jalan raya. Mereka membuat karnaval yang terpanjang dan terbesar di dunia. Peringatan Revolusi Iran di pusatkan di dua kota besar, di Teheran dan Qom. Di Teheran tidak henti-hentinya rakyat Iran berziarah di makam Imam Khomeini, tokoh yang telah memimpin jalannya revolusi. Sedangkan di Qom dipusatkan di bekas rumah Imam Khomeini yang pernah didiaminya selama menjadi santri dan pengajar di Hauzah Ilmiyah Qom. Untuk menyebut rumah tersebut sebagai rumah Imam Khomeini sebenarnya kurang tepat, sebab rumah tersebut bukan milik pribadi Imam Khomeini melainkan status kontrakan. Rakyat Iran berjubelan di lorong kecil menuju bekas rumah kontrakan sang Imam. Mereka mencari keberkahan dari yang pernah ditinggalkan Imam Khomeini, tidak sedikit dari mereka yang menangis terisak, mengenang kesederhanaan Imam, yang meninggalkan negara yang dipimpinnya dengan harta pribadi berubah beberapa helai baju, beberapa buku, pemotong kuku, sisir dan kacamata. Masyarakat Qom patut berbangga, sebab Qom menjadi kota pertama yang terlepas dari kekuasaan Syah, rakyat Qom mampu meruntuhkan kekuasaan Syah di kota ini yang kemudian diikuti kota-kota lain, yang memaksa Syah untuk menyelamatkan diri ke Mesir beserta keluarganya.Yang menarik, di jalan-jalan bukan lagi seruan Mark barq Syah yang di lantangkan, sebagaimana 29 tahun yang lalu melainkan seruan-seruan yang sesuai konteks sekarang, Mark barq Amriko, Mark barq Israil (kebinasaan buat Amerika, kebinasaan buat Israel) dan seruan persatuan ummat Islam. Perjuangan rakyat Iran memang belum selesai, bagi mereka kedzaliman harus selalu di lawan.
Qom, 11 Februari 2008/22 Bahman 1357

Persembahan Tanah Persia untuk Dunia

Dia benar-benar menampilkan sesuatu yang berbeda. Apa yang dilakukannya tidaklah keluar dari apa yang telah menjadi keyakinannya...
Sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, sejarahpun pernah mempertontonkan apa yang diperlihatkannya pada dunia saat ini. Ya, kesederhanaan seorang pemimpin.Dia benar-benar meneladani apa yang telah dicontohkan sang Nabi panutannya. Sebuah kesederhanaan yang memikat.
Begitupun beberapa khalifah terpilih setelahnya. Dia mencontoh Umar bin Khattab, yang membuat duta negara seberang bingung keheranan ketika ia minta ditunjukkan dimana Khalifah negeri Islam yang kekuasaannya terbentang sepanjang semenanjung arabia, ia melihat sang Khalifah terbaring istrahat di bawah sebuah pohon,tanpa pengawal, tanpa kopasus. Dia pun benar-benar meniru kekasihnya, Imam Ali yang ketika menjabat khalifah, tidak malu memakai terompah yang berkali-kali dijahitnya sendiri.Ia bertanya kepada sahabatnya, tahukah kamu berapa harga terompah ini ?, sang sahabat menjawab, " Ya Khalifah, meskipun engkau menjualnya, tak seorangpun yang mau membelinya."Dia bersabda, "Bagi saya terompah ini lebih berharga dibanding kekuasaan yang berada di tanganku sekarang, kecuali dengan kekuasaan ini aku menegakkan keadilan."
Ataupun sang Imam, pemimpin besar revolusi Islam di negara yang sekarang di pimpinnya. Ia mengatakan,"Di masa revolusi dulu, aku berkali-kali diinterogasi karena memasang gambar-gambar Imam Khomeini di dinding-dinding kampus."Ia betul-betul menjadi penerus dan memegang erat ajaran-ajaran sang Imam. Yang meninggalkan negara yang dipimpinnya dengan barang-barang warisan yang sama sekali tidak berharga. Bahkan rumah yang didiaminya pun masih status kontrakan sampai wafatnya.
Dunia terlalu banyak disuguhi tokoh-tokoh antagonis. Sehingga keberadaannya dianggap sesuatu yang asing. Sok suci dan munafik. Saya menjadi teringat dengan novel ayat-ayat cinta yang menampilkan Fahri sebagai tokohnya. Yang kontra memberikan komentar bahwa ketokohan Fahri terlalu sempurna, seseorang yang tidak mungkin ada saat ini.Penulisnya, hanya memberi komentar sederhana, "Justru bagi saya belum sempurna, akan saya sempurnakan lagi, bangsa ini butuh tokoh-tokoh yang berjiwa malaikat."
Ya, dunia begitu sangat merindukan orang-orang seperti dia. Dia tak membutuhkan pujian, dia tak memanfaatkan apa yang telah menjadi kekuasaannya untuk kepentingan pribadi.
Dia membuat seorang diplomat asing sekaligus kontraktor tersentak, ketika ia berkata, "Saya tidak mungkin memenuhi keinginan saudara dengan harus mengorbankan rakyat saya."
Ketika pemimpin-pemimpin negara lainnya mendekat dan bangga menjadi sahabat-sahabat Amerika. Dia punya kebijakan lain. Dia menyatakan perlawanan. Katanya, perlawanan terhadap kedzaliman adalah keniscayaan.
Banyak yang mencintainya, namun tidak sedikit pula yang tidak menyukainya. Sampai seorang ustadz saya, Ust. Muh. Ihsan Zainuddin Lc yang sebelumnya begitu kukagumi menulis sebuah artikel dan memberi penilaian terhadapnya, sebagai musang berbulu domba. Semua orang berhak memberi komentar, siapapun bisa mencintainya, dan siapapun berhak untuk menjadi musuhnya.
Namun kenyataan yang tidak terpungkiri. Dia memimpin negaranya, menjadi pelaksana titah Rahbar dengan kesederhanaan yang memukau dan menjadi kecintaan rakyatnya. . Setahu saya, hanya beberapa pemimpin dunia saat ini yang memadukan keberaniaan dan kesederhanaan...Fidel Castro, Eva Morales, dan Hugo Chaves yang kiri. Serta dia yang Syiah....
Sumber Gambar www.flickr.com
Qom, 11 Februari 2008. Setelah mendengar pidato kenegaraan yang disampaikan kepada jutaan rakyatnya, merayakan Peringatan Revolusi Islam Iran ke 29.

10 Februari, 2008

Bush dan Teman-temannya

Bush di Arab Saudi Jangan Cinta Bilang Benci ..... Ahlan wa Sahlan Tuan Bush..... Mari main pedang-pedangan.... Yuk.....siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap gerak....... Bush : Syeikh, apa ente tidak tahu, hukum memasang gambar itu haram.... ini bid'ah......!

Bush di Bahrain
Senyummu membawa luka bagi rakyat Palestina
Ahlan Wa Sahlan sahabat terbaikku.....
Mari bekerjasama menciptakan peradaban yang penuh tawa...
Ayunkan pedang ke leher musuh-musuh kita....
Sumber gambar The White House
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak,
atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka."
(Qs. Al Mujadilah : 22)
"Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dan meninggalkan orang-orang mu'min.
Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah..."
(Qs. Ali-Imran : 28)
Rasululah SAWW bersabda, "Sesungguhnya Allah melindungimu dari kepemimpinan orang-orang dungu." Ka'ab bertanya, "Apakah kepemimpinan orang-orang dungu itu ?". Beliau berkata, "Yaitu para penguasa yang ada setelahku, mereka tidak mengikuti tuntutanku, dan mereka tidak meneladani sunnahku. Siapa yang membenarkan mereka dengan kebohongannya dan membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bukan bagian dariku dan aku bukan dari mereka, serta mereka tidak akan menemuiku di atas telagaku. Dan siapa yang tidak membenarkan mereka dengan kebohongannya dan tidak membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bagian dariku dan aku bagian darinya serta akan menemuiku di atas telagaku."
(HR. Ahmad, haditsnya Shahih)
"Tidak ada yang merusak agama ini, kecuali raja,
dan para ulama su'u serta para rahibnya."
(Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi)

03 Februari, 2008

Mata, Menangislah....

slm.abi,sdh mq makan?apa qbikin skrg?baik2 jaq?hehe..aku kpikiran trus,txata qt tdk bs tebak kehendak Tuhan ma makhlukx.qt slalu anggap bhw qt bs mlakukanx sdiri..pdhl TIDAK. smua kptusan ditagnX :-) mmbuat qt tkadang ttawa tkdang jg nangis.TUHAN-TUHAN..Engkau mmg sgalax. Kami kecil dimataMu.kalo mmang tangis mmbuat dosa km musnah, buatlah km menangis. kalo ujian& cobaan adlah jln bg kami tuk dekat kpdMu,mk ujilah kami.Kami akan menerima semuanya selagi kekuatn km msh ada (?-?).doata..wslm. Sent: 3-Feb-2008 22:54:13 Sayang, masihkah kau ingat, waktu kau menemaniku ke gramedia, dan aku memilih buku ini. Buku yang kuanggap terbaik dari semua buku yang kumiliki. Buku yang mengajariku untuk tidak lemah, tetap tegar dan tak pernah mau meminta maaf pada kehidupan. Buku yang kau tunjukkan dan kau pilihkan buatku, sehingga akupun mantap untuk memilih apa yang harus kuyakini. Buku itu melulu berisi do'a, salah satunya do'a yang pernah kau ajari aku untuk membacanya...... Do'a KUMAIL
Ya Allah, aku bermohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu,Dan dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau menakluki segala sesuatu,dan kerananya tunduk segala sesuatu, dan kerananya merendahlah segala sesuatu,Dan dengan kekuatanMu yang tidak tertahankan oleh segala sesuatu,Dan dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu,Dan dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu,dan dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu,Dan dengan asmaMu yang memenuhi tonggak segala sesuatu,dan dengan ilmuMu yang mencakup segala sesuatu,Dan dengan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu,Wahai Nur, wahai Yang Maha Suci! [Quddus],Wahai yang Awwal dari segala yang awwal,Wahai yang Akhir segala yang akhir, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat kurnia, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang menyebabkan doa tertahan, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang memutuskan pengharapan, Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku yang akan menurunkan bala, Ya Allah, Ampunilah segala dosa yang telah aku lakukan,Dan segala kesalahan yang telah aku kerjakan, Ya Allah, aku datang menghampiriMu dengan zikirMu,dan aku memohon pertolonganMu dengan diriMu, Dan aku bermohon padaMu dengan kemurahanMu,dekatkanlah daku ke haribaanMu,dan sempatkan daku untuk bersyukur padaMu, Dan bimbinglah daku untuk selalu mengingatMu, Ya Allah, aku bermohon padaMu,dengan permohonan orang yang tunduk dan menyerah,yang hina dan rendah, (yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya padaMu),berilah daku kelembutanMu, kasihanilah daku,Dan jadikanlah daku puas dengan pemberianMu,dan juga berpuas hati dengan segala keadaan yang menimpaku, Ya Allah, aku bermohon kepadaMu dengan permohonan orang yang berat keperluannya,dan yang menyatakan kepadaMu ketika menghadapi segala kesusahan (berat) hajatnya, Dan orang yang kehendaknya terhadap apa yang ada di sisiMu amat besar,Ya Allah, Maha Besar KekuasaanMu, Maha Tinggi kedudukanMu,Dan selalu tersembunyi rencanaMu, selalu tampak kekuasaanMu,Dan sentiasa tertegak KekuatanMu, dan setiasa berlaku KudrahMu,Dan tidak mungkin lari dari pemerintahanMu, Ya Allah, tidak aku dapatkan pengampunan bagi dosaku,Dan tiada penutup bagi kejelekanku,Dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang buruk dengan kebaikan,Melainkan Engkau,Maha Suci Engkau dengan segala pujiMu,Telah aku menzalimi diriku sendiri,Dan telah aku berani melanggarnya dengan kejahilanku,Akan tetapi aku tetap tenteram,kerana bersandar pada ZikrMu dan kurniaMu padaku, Ya Allah, pelindungku,betapa banyak kejelekan diriku telah Engkau tutupi,Betapa banyak malapetaka telah Engkau atasi,Betapa banyak rintangan telah Engkau singkirkan,Betapa banyak bencana telah Engkau tolakkan,Dan betapa banyak pujian baik yang tidak layak bagiku telah Engkau sebarkan Ya Allah, besar sudah bencanaku, berlebihan sudah keburukan halku,Dan rendah benar amal-amalku, berat benar belenggu (kemalasanku),Dan angan-angan panjangku telah menahan manfa'at dari diriku,dunia dengan tipudayanya telah memperdayakanku,Dan diriku (telah terpedaya) kerana tipudayanya, Wahai Junjunganku, aku bermohon kepadaMu dengan segala KekuasaanMu,jangan Engkau hijab doaku kerana keburukan amal dan perangaiku,Dan jangan Engkau bukakan rahsiaku yang tersembunyi,yang telah Engkau ketahui,Dan jangan Engkau segerakan siksa padaku,Kerana perbuatan buruk dan kejelekan yang aku lakukan dalam bersendirian,kerana kebiasaanku untuk melanggar batas, dan kebodohanku,Kerana banyaknya nafsuku dan kelalaianku, Ya Allah, dengan kemuliaanMu, sayangilah diriku dalam segala keadaan,kasihilah diriku dalam segala perkara, Ilahi, Rabbi, kepada siapa lagi selain Engkau,aku bermohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku, Ilahi, Pelindungku, Engkau meletakkan kepadaku hukum,tetapi di situ aku mengikuti hawa nafsuku,Dan aku tidak cukup berwaspada terhadap tipudaya (syaitan) musuhku,Maka terkecohlah aku lantaran nafsuku,dan berlakulah ketentuanMu atas diriku,Ketika aku langgar sebahagian batas yang Engkau tetapkan bagiku,Dan aku bantah sebahagian daripada perintahMu,namun bagiMu segala pujianku atas semuanya itu, Tiada alasan bagiku untuk menolak ketentuan yang Engkau tetapkan bagiku,Demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.Aku datang kini mengadapMu, Ya Ilahi dengan segala kekuranganku,dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku), Sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku,dengan hati yang hancur luluh,memohon ampun dan berserah diri dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.Kerana segala cacatku ini, Tiada aku dapatkan tempat untuk melarikan diri,Dan tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku,selain daripada KehendakMu untuk menerima pengakuan kesalahanku,Dan memasukkan daku kepada keluasan kasihMu, Ya Allah, terimalah pengakuanku,kasihanilah beratnya kesukaran-kepedihanku,dan lepaskanlah daku dari kekuatan belengguku, Ya Rabbi,kasihanilah kelemahan tubuhku,Dan lembutnya kulitku dan kerapuhan tulangku,Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku,dan menyebutkan, mentarbiyyahku, memperlakukanku dengan baik,Dan memberiku kehidupan kerana permulaan kurniaMukerana Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan,berilah aku kurniaMu, Ya Ilahi, Junjunganku, Pemeliharaku,apakah Engkau akan menyiksaku dengan apiMu,setelah aku mengesakanMu,Setelah hatiku tenggelam dalam ma'rifatMu,Setelah lidahku bergetar menyebutMu,dan setelah hatiku terikat dengan cintaMu,Dan setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonankuseraya tunduk bersimpuh pada RubbubiyyahMu,Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Engkau pelihara dan didik,Atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan,atau menyisihkan orang yang Engkau naungi,Atau menjatuhkan bala bencana ke atas orang yang Engkau cukupi dan Engkau sayangi,Aduhai diriku! Junjunganku, Tuhanku, Pelindungku,Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka,ke atas wajah-wajah yang tunduk rebah kerana kebesaranMu,Dan keatas lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaanMu,dan dengan pujian mensyukuri nikmatMu,Dan ke atas kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui UluhiyyahMu,Dan ke atas nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau,sehingga bergetar ketakutan,Dan ke atas tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdiMu, Dan dengan merendah memohon keampunanMu,Tidak sedemikian itu sangkaan kami tentangMu,Padahal telah diberitakan kepada kami tentang keutamaanMu, Wahai Pemberi Kurnia dan, Wahai Pemelihara,Dan Engkau mengetahui kelemahanku,dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia,Serta kejelekan yang menimpa penghuninya,Walhal semua itu singkat masanya, sebentar berlalunya, dan pendek usianya,Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bala akhirat,dan makar yang berat bersama-samanya,Bencana yang panjang masanya dan kedudukan (menanggungnya) berkekalan, Serta tidak diringankan bagi orang yang menanggungnya,kerana semuanya tidak terjadi melainkan kerana murkaMu,dan kerana balasan dan amarahMu,Dan inilah, yang bumi dan langit,pun tidak sanggup memikulnya, Wahai, Junjunganku, bagaimanakah mungkin aku (sanggup menanggungnya)?dan sedangkan aku hambaMu yang lemah, rendah, hina, malang, dan miskin, Ya Ilahi, Tuhanku, Junjunganku, Pelindungku!Urusan apa lagi kiranya yang akan aku adukan kepadaMu?dan mestikah aku menangis menjerit?Kerana kepedihan dan beratnya siksaan?atau kerana lamanya cubaan? Sekiranya Engkau siksa aku berserta musuh-musuhMu,Dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencanaMu,Dan Engkau pisahkan aku dari para kekasih dan awliyaMu,Oh...andainya aku,Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Tuhanku!Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksaMu,mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dariMu?Dan seandainya aku dapat bersabar menahan panas apiMu,mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemuliaanMu? Mana mungkin aku tinggal di neraka,sedangkan harapanku adalah kemaafanMu,Demi kemuliaanMu, wahai Junjunganku dan Pelindungku!aku bersumpah dengan tulus,sekiranya Engkau biarkan aku berbicara,Aku akan meratap kepadaMu di tengah penghuni (neraka)dengan ratapan orang yang menaruh harapan,Dan aku akan menangis kepadaMu,dengan tangisan orang yang mengharapkan pertolongan,Dan aku akan merintih sebagaimana rintihan orang yang serba kekurangan,Dan aku akan menyeruMu, di mana jua Engkau berada, Wahai Pelindung kaum Mu'minin,Wahai tujuan harapan kaum arifin,Wahai lindungan orang yang memohon perlindungan,Wahai kekasih kalbu para pencinta kebenaran,Wahai Tuhan seru sekalian alam,Maha Suci Engkau Ya Ilahi, dengan segala pujiMu,Akankah Engkau dengar di sana suara hamba Muslim,yang terpenjara dengan keengkarannya, Dan yang merasakan azabnya kerana kemaksiatannya,Dan yang terperosok di dalamnya kerana dosa dan nistanya,Dan ia merintih padaMu dengan mengharapkan rahmatMu,dan ia menyeruMu dengan lidah ahli tauhidMu,dan ia bertawassul padaMu dengan RububiyyahMu, Wahai Pelindungku!Bagaimanakah mungkin ia kekal dalam siksa,sedangkan ia berharap pada kebaikanMu yang terdahulu,Mana mungkin neraka menyakitinya,sedangkan ia mendambakan kurnia dan rahmatMu, Mana mungkin nyalaan api neraka membakarnya,sedangkan Engkau mendengar suaranya dan Engkau melihat tempatnya (di mana dia berada), Mana mungkin jilatan api mengurungnya,sedangkan Engkau mengetahui kelemahannya, Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya,sedangkan Engkau mengetahui ketulusannya, Mana mungkin Zabaniyah menghempaskannya,sedangkan ia memanggil-manggilMu: Ya Rabbi!, Mana mungkin ia mengharapkan kurnia kebebasan daripadanya,lalu Engkau meninggalkannya di sana,Tidak, tidak demikian itu sangkaku padaMu,tidak mungkin seperti itu perlakuanMu (setelah diketahui) daripada fadhalMu (kebaikanMu), Melainkan kebaikan dan kurnia yang Engkau berikan kepada kaum Muwahhidin (yang menyembahMu),Maka dengan penuh yakin aku berani berkata,kalaulah bukan kerana keputusanMu,untuk menyiksa orang yang mengingkariMu,dan keputusanMu untuk mengekalkan (mereka) di sana orang-orang yang menentangMu, Tentu Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai,Tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal,dan menetap bagi sesiapa pun,tetapi Maha Suci Nama-namaMu,Engkau telah bersumpah untuk memenuhi nereka dengan orang-orang kafir,dari golongan jin dan manusia seluruhnya,dan Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka, Engkau dengan segala kemuliaan pujiMu!Engkau telah berkata,setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan,"Apakah sama kedudukan orang Mu'min dengan orang kafir,sungguh tidak sama mereka itu," Ilahi, Junjunganku!Aku bermohon kepadaMu dengan kudrat yang telah Engkau tentukan,dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan,dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang berkenaan, Ampunilah bagiku, di malam ini, di saat ini,semua kesalahan yang pernah aku kerjakan,Dan semua dosa yang pernah aku lakukan,dan semua kejelekan yang pernah aku rahsiakan,Dan segala kejahilan yang pernah aku amalkan,yang aku sembunyikan atau tampakkan,yang aku tutupi atau aku tunjukkan,Dan setiap keburukan yang telah Engkau perintahkan malaikat yang mulia,mencatatnya, Mereka yang Engkau tugaskan untuk merakam segala yang ada padaku,dan mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota tubuhku,Dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka,dan menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka,Dan dengan rahmatMu, Engkau sembunyikan keburukan itu,dan dengan kurniaMu, Engkau menutupinya,Dan perbanyakkanlah bahagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan,atau setiap kurnia yang Engkau limpahkan,atau setiap rezeki yang Engkau curahkan,atau setiap dosa yang Engkau ampunkanatau setiap kesalahan yang Engkau sembunyikan, Ya Rabbi! Ya Rabbi! Ya Rabbi!Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku,Wahai Zat yang di tanganNya ubun-ubunku,Wahai Yang Mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku,Wahai Yang Mengetahui kefakiran dan kepapaanku, Ya Rabbi! Ya Rabbi! Ya Rabbi!, Aku bermohon padaMu dengan kebenaran dan kesucianMu,dengan keagungan sifat dan Asma'Mu!,Jadikan waktu-waktu malam dan siangku dipenuhi dengan zikir kepadaMu,Dan dihubungkan dengan kebaktian kepadaMu,dan diterima amalku di sisiMu,Sehingga jadilah amal dan wiridku seluruhnya wirid yang satu,Dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti kepaaMu,Wahai Zat yang kepadanya aku adukan keadaanku! Ya Rabbi! Ya Rabbi! Ya Rabbi! Kukuhkanlah anggota tubuhku untuk berbakti kepadaMu,Teguhkanlah tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku,Kurniakanlah kepadaku kesungguhan untuk bertaqwa kepadaMu,Dan kebiasaan untuk meneruskan bakti kepadaMu,Sehingga aku bergegas menujuMu bersama para pendahulu,Dan berlari ke arahMu bersama orang-orang yang terkemuka,merindukan dekat padaMu bersama golongan yang merindukanMu,Jadikan daku dekat padaMu,sepertimana dekatnya orang-orang yang ikhlas dan takut kepadaMu,dan takut sepertimana takut-takutnya orang-orang yang yakin,Dan berkumpul di hadiratMu bersama kaum Mu'minin, Ya Allah! Sesiapa saja yang bermaksud buruk kepadaku, tahanlah dia,Sesiapa saja yang memperdayakan daku, gagalkan dia,Jadikan daku hambaMu yang paling baik nasibnya di sisiMu,Dan yang paling dekat kedudukannya denganMu,dan yang paling istimewa tempatnya di dekatMu,Sesungguhnya, semua ini tidak akan tercapai,melainkan dengan kurniaMu,dan limpahkanlah kepadaku kemurahanMu,Dan sayangilah daku dengan kebaikanMu,dan peliharalah diriku dengan rahmatMu,Dan jadikan lidahku untuk selalu berzikir kepadaMu,dan hatiku supaya selalu mencintaiMu,Dan anugerahkanlah kepadaku yang terbaik dari ijabah (penerimaan)Mu,dan hapuskanlah jejak-jejakku (ketika aku melakukan kesalahan), ampuni ketergelinciranku,Dan sesungguhnya telah Engkau wajibkan hamba-hambaMu beribadah kepadaMu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepadaMu,dan Engkau beri jaminan kepada mereka ijabah,Maka kerana itu, kepadaMu, Ya Rabbi!, aku hadapkan wajahku,Dan kepadaMuYa Rabbi!, aku hulurkan tanganku (memohon doa),maka demi KebesaranMu, perkenankanlah doaku,Dan sampaikanlah daku akan cita-citaku,dan janganlah putuskan harapanku akan kurniaMu,Dan lindungi daku dari kejahatan jin dan manusia dari kalangan musuh-musuhku, Wahai Yang Maha Cepat ridhaNya,ampunilah orang yang tidak memiliki apa-apa pun kecuali doa,Kerana sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki,Wahai Yang NamaNya menjadi ubat,dan mengingatiNya adalah penyembuhan,Dan ketaatan kepadaNya adalah kekayaan,Kasihanilah orang yang modalnya adalah pengharapan,Dan senjatanya hanyalah tangisan, Wahai, Penabur kurnia!Wahai, Penolak bencanaWahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan,Wahai, Yang Maha Mengetahui tanpa diberitahu, Sampaikanlah selawat dan salam pada Muhammad dan ali Muhammad,Lakukanlah kepadaku apa yang layak (terhadapku) BagiMu,Dan semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada RasulNya,dan para A'immah (para imam a.s.) yang mulia dari keluarganya,Dan sampaikanlah salam (kesejahteraan) yang melimpah-limpah kepada mereka.
Amin ya Rabbal Alamin....
Doa Kumayl bin ZiyadKumayl bin Ziyad Nakha'i adalah sahabat pilihan Imam Ali AS. Ketika Imam Ali AS memerintah, (35-40H), Kumayl dlantik menjadi wali kota Hait. Ia akhirnya menemui kesyahidannya pada tahun 83 hijrah dalam usia 90 tahun atas perintah penguasa zalim, Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi. Kumayl dimakamkan di suatu tempat bernama Tsaubah, yang terletak di antara Najaf al-Asyraf dan Kufah, di Iraq. Doa Kumayl ini telah diajarkan oleh Imam Ali AS kepada Kumayl RA. Menurut Sayyid Ibn Thawwus dalam kitab Iqbal,riwayat ini disampaikan oleh Kumayl:" Pada suatu hari, saya duduk di masjid Basrah bersama Maulana Amirul Mu'minin Ali AS membicarakan hal Nisfu Sya'ban. Ketika ditanya tentang ayat," Fiha yufraqu kullu amrin hakim," (Surah al-Dukhaan:4), Imam Ali AS mengatakan bahawa ayat ini mengenai Nisfu Sya'ban; orang yang beribadat di malam itu, tidak tidur, dan membaca Doa Hadrat Hidhr AS akan diterima doanya." "Ketika Imam Ali pulang ke rumahnya, di malam itu, saya menyusulinya. Melihat saya, Imam AS bertanya," Apakah keperluan anda ke mari?" Jawab saya, " Saya ke sini untuk mendapatkan Doa Hadrat Hidhr." Imam mempersilakan saya duduk, seraya mengatakan," Ya Kumayl, apabila anda menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Juma'at,cukuplah itu untuk melepaskan anda dari kejahatan, ada akan ditolong Allah, diberi rezeki, dan doa ini akan dimakbulkan. Ya Kumayl, lamanya persahabatan serta perkhidmatan anda, menyebabkan anda dikurniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar doa ini....."
Makasih sayang....
Aku mencintaimu kekasihku,
dalam tawa dan tangisku, dalam rindu dan dendamku,
dalam senyum dan marahku, dalam semangat dan lelahku,
dalam sadar dan tidurku. Aku mencintaimu dalam semuaku....
Mencintaimu bersama rindu yang kutitip pada jiwamu...

02 Februari, 2008

Jilbab, Simbol Perlawanan Muslimah

“…Dan di balik pakaian yang menghidupkan semangat itu, bangunlah kembali diri kalian dan gapailah kehidupan baru. Sebuah kehidupan yang penuh dengan penolakan dan perlawanan…” – Zahra Rahnavard-
“Wanita Indonesia, kewadjibanmu telah terang …! Djangan ketinggalan dalam Revolusi Nasional ini dari awal sampai achirnya, dan djangan ketinggalan pula nanti di dalam usaha menjusun masjarakat keadilan-sosial dan kesedjahteraan-sosial.” -Ir. Soekarno, Sarinah, Kewadjiban Wanita Dalam Perdjoangan Republik Indonesia, 1947-
”Assalamu ’alaikum, Islam Agama Perlawanan”. Adalah sebuah kalimat provokatif dari Eko Prasetyo yang beliau jadikan sebagai judul buku terbarunya. Islam dalam pemikiran Mas Eko, bukan semata-mata kepercayaan akan ritual dan sekumpulan norma etik melainkan juga spirit bagi proses perubahan sosial. Menurutnya, sudah saatnya untuk menggali dasar kepercayaan Islam sebagai kekuatan perlawanan dan pembebas. Sebuah kekuatan yang akan menjadi pisau yang tajam bagi proses pembelahan persoalan-persoalan sosial dan akan memprakarsai sebuah perjalanan baru sejarah sosial Islam. Islam tidak semata-mata memuat deretan do’a dan ibadah melainkan perlawanan yang bergelora. Mungkin dengan semangat itulah, Islam akan kembali meraih kejayaannya, sebagaimana diturunkan pertama kali, menjadi pembebas bagi mereka yang berada dalam ketertindasan. Islam adalah ajaran yang terhormat dan kuat, karenanya yang mengimaninya (kaum mukminin) selalu mulia dan lebih tinggi dari gunung, karena gunung dapat ditundukkan dengan beliung, sedang jiwa seorang mukmin tidak dapat diluluh lantakkan. Itulah kehormatan yang selama ini (entah sampai kapan) dikoyak-koyak dan ummat Islam disini berada dalam kondisi terpuruk. Jilbab, sebagai salah satu syariat Islam yang merupakan kewajiban bagi muslimah pun ternyata mengeluarkan bau perlawanan yang sangat menyengat. Hanya saja, kemestian mengenakan jilbab yang yang berlaku di tengah masyrakat cenderung bersifat doktrinal. Dengan kata lain, kebanyakan muslimah mengenakan jilbab hanya karena islam mewajibkan, tidak lebih. Tentu saja pendekatan dokrinal (halal-haram) absah, hanya saja cenderung bermasalah apalagi bukan sebagai kesimpulan akhir dari puncak penalaran sebagai proses berpikir yang sehat melainkan sekedar pemaksaan pemikiran. Karenanya, tulisan ini saya buat, dengan alasan, untuk menampakkan dipermukaan ide-ide radikal Islam. Soalnya, saya tidak bakalan tenang selagi agama ini masih saja dimonopoli oleh mereka-mereka yang melemahkan potensi radikal agama ini.
Jilbab, Hak atau Kewajiban ?
Islam, bukan hanya institusi kewajiban. Yang memuat kerumunan perintah dan larangan. Tetapi juga institusi hak. Dan persoalan jilbab, kiranya lebih erat kaitannya dengan hak kaum muslimah yang dewasa ini sering dilecehkan dan diinjak-injak. Kasus pelarangan jilbab di Perancis dan beberapa negara sekuler lainnya, menjadikan paradigma kita bergeser drastis. Jilbab bukan semata kewajiban muslimah tapi juga sebuah hak yang mesti diperjuangkan. Dikatakan hak, bukan sekedar kewajiban, mengingat jilbab berkaitan erat dengan kepentingan dasariah perempuan yang meliputi aspek spritual, sosial, ideologis, kemanusiaan dan intelektualitas. Bukan semata berkorelasi hanya dengan persoalan remeh temeh, semacam penampilan fisik, gaya hidup tradisi, kecenderungan pribadi dan yang lainnya. Memahami jilbab sebagai hak akan melahirkan kesadaran bahwa kaum muslimah memiliki dunianya sendiri yang tak mungkin diintervensi dan ditundukkan kaum laki-laki dengan cara dzalim. Dengan pemahaman ini membawa kita pada kesadaran bahwa mengenakan jilbab bukanlah semata kewajiban untuk menutup aurat yang ’menggiurkan’ pandangan laki-laki, tetapi dapat dikatakan dengan mantap, jilbab adalah pusat kekuatan dan eksistensi muslimah. Sebagai medium pembebasan (....sehingga mereka tidak diganggu -Qs. 33:59-) sekaligus cerminan jati diri hakiki kaum perempuan (..supaya mereka lebih mudah dikenal.-Qs. 33:59).
Jilbab dan Peran Sosial
Dalam mengatur urusan-urusan manusia dan masyarakat, Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan. Dalam banyak hal keduanya berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut tentunya dilandasi oleh kemahabijaksanaan dan keMahaadilan Ilahi. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan hubungan simbiosis mutualisme, timbal-balik yang selaras dan penuh persahabatan untuk memainkan peran yang saling melengkapi satu sama lain, dan akhirnya untuk menjamin keberlanjutan hidup ummat manusia di muka bumi. Islam, sangat memahami fakta bahwa keduanya saling memiliki kecenderungan dan ketertarikan satu sama lain. Dan yang paling dominan adalah ketertarikan lahiriah. Dari sudut pandang Islam, perempuan memiliki sejumlah daya tarik seksual yang jika diumbar sebebasnya dan tanpa batas di tengah masyarakat akan mengakibatkan kekacauan seksual, emosional, intelektual dan psikologis. Bahkan dapat menyebabkan hancurnya pondasi utama kehidupan masyrakat, dengan hilanganya lingkungan yang sehat dan bermanfaat. Daya tarik sensualitas perempuan seringkali dijadikan dalih penyebab utama hancurnya tatanan masyarakat. Oleh sebagian kelompok memberikan solusi bahwa jalan terbaik adalah menyingkirkan perempuan dari kancah aktivitas sosial. Membatasi bahkan meniadakan kesempatan bagi perempuan untuk mengakses ’dunia luar’, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari gangguan daya tarik seksualnya. Kelompok lainnya berpandangan, bahwa kita harus habis-habisan memerangi daya tarik seksual itu sendiri yang selama ini menjadi sumber kekacauan dan penderitaan. Pandangan pertama bersumber dari pemikiran budaya patriarki yang kering dan ketinggalan zaman, sedang yang kedua bersumber dari ajaran Nasrani. Dalam pandangan pemuka Nasrani ditemukan bahwa perempuan mereka anggap sebagai senjata iblis untuk menyesatkan manusia. Pada abad ke-5 Masehi diselenggarakan suatu konsili yang memperbincangkan apakah perempuan mempunyai ruh atau tidak. Akhir dari konsili (sidang) itu mengambil kesimpulan bahwa perempuan tidak mempunyai ruh yang suci. Berdasarkan fatwa “Perempuan tidak memiliki jiwa (ruh yang suci)”, mengakibatkan betapa tersiksanya kaum perempuan sampai abad pertengahan. Dalam bukunya, Dr. Aspring (sebagaimana dikutip dari tulisan Nashat Afza) menjelaskan Sampai abad pertengahan dengan dalih kesucian agama, orang-orang Nashrani telah membantai sekitar 9.000.000 jiwa perempuan. Penyiksaan tidak hanya sebatas perlakuan fisik bahkan sampai tahun 1805 ditemukan perundang-undangan Inggris mengakui hak suami menjual istrinya. Tentu saja Islam menolak kedua pandangan yang sangat tidak manusiawi tersebut. Islam ’menemukan’ jalan keluar dari problema tersebut dengan menetapkan sistem hijab diantara pergaulan laki-laki perempuan. Dengan menerapkan sistem tersebut, kaum perempuan justru akan menyandang perilaku terbaik (terutama dicap shalihah) dan dapat lebih aktif berkiprah di tengah masyarakat tanpa menjadikannya sebagi sumber gangguan dan kekacauan seksual. Sehingga dengan berjilbab, perempuan memiliki kesempatan dengan tenang memanfaatkan dan mengaktualisasikan kemampuannya dan segenap potensi kreatifnya sebagai manusia dan masyarakat memperoleh manfaat dari segenap energi dan kualitasnya yang sangat berguna. Anjuran jilbab bagi muslimah sesungguhya merupakan bukti betapa Islam menginginkan agar kaum muslimah aktif berkiprah dalam konteks kehidupan sosial secara umum. Karenanya dengan alasan ini, mengapa kita jumpai dalam masayarakat Islam yang ideal menempatkan kaum perempuan pada posisi puncak tertinggi dalam hierarki nilai-nilai kemanusiaan serta dianggap sebagai perwujudan paling lembut dan elok dalam kehidupan manusia.
Sebagai Simbol Perlawanan
”Saya menyampaikan pesan hijab saya. Saya mengajak kalian semua kepada Islam yang sesunggguhnya saya menyerukan sebuah pemberontakan dan perjuangan…Pandanglah hijab kalian sebagai perlawanan terhadap sistem yang sesat dan sampaikanlah kabar gembira tentang tercapainya kebenaran, keadilan, kesetaraan dan kesempurnaan dengan bergerak menuju Allah Subhanahu wata ala ” - Pesan Pemberontakan hijab, Zahra Rahnavard-
Dalam budaya intelektual dewasa ini. Jilbab menjadi ikon penting sebagai penyelamat kaum perempuan dan laki-laki dari proses dehumanisasi (bahasa halusnya pembinatangan), degenerasi, degradasi serta penyimpangan pemikiran dan perilaku. Jilbab dimaksudkan untuk melindungi dan menyelubungi bagian-bagian tubuh perempuan yang sensitif dan menarik perhatian yang menjadikan kaum perempuan sebagai obyek pelampiasan secara seksual. Kaum Kapitalis Barat menyadari betul bahwa kekuatan sebuah masyarakat pada hakikatnya tersembunyi dalam lubuk kepribadian perempuan. Dengan pemikiran ini Kapitalisme memulai langkah awal yang canggih untuk melemahkan potensi dan kecakapan perempuan. Dengan mempertontonkan ciri-ciri fisik serta berupaya menggeser perilaku Islami dengan kebiasaan dan kepribadian Barat, kaum kapitalis sebenarnya berhasrat untuk menyeret kaum muslimin menuju jurang kehancurannya secara bertahap dan pada akhirnya menggiring kaum muslimin terperangkap dalam situasi penjajahan budaya, yang berlanjut pada penjajahan politik dan ekonomi. Mereka menguatkan daya tarik seksual perempuan di negeri-negeri koloni mereka lewat pengunaan kosmetik dan perhiasan. Lewat eksploitasi daya tarik seksual inilah mereka mengiklankan komoditas produknya. Tidak perlu lagi mencari keterkaitan merk sebuah oli mesin dengan rok yang tersingkap, yang jelas ada gambar perempuan cantik, produk itu pasti menarik. Nah, apakah kosmetik-kosmetik yang dijajakan dan diiklankan secara gencar ataupun busana-busana yang mengumbar aurat akan terjual habis jika kaum muslimah masih memegang teguh syariat agamanya dengan berjilbab ?. Tentu saja tidak !. Euforia (semangat) berjilbab dewasa ini tentu saja menggembirakan, hanya saja Kapitalisme kembali memanfaatkan itu dengan memasarkan produk jilbab gaulnya, dengan aneka warna, gaya dan corak disertai dengan pernak-perniknya. Dan sebagian dari muslimah menyadari itu, lalu mengenakan di sekujur tubuh mereka pakaian murni, bersahaja dan sederhana; sebuah pakaian yang dirancang oleh madhzab Islam yang suci untuk dijadikan pusat kekuatan paling bertenaga bagi perjuangan melawan kapitalisme dimanapun dan kapanpun. Mereka rela hidup dalam kebersahajaan dan kesederhanaan demi sebuah perlawanan. Seorang muslimah, dengan jilbabnya ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia menolak seluruh sistem jahiliyah dan hanya ingin hidup dalam sistem islami. Kain yang menutup sekujur tubuhnya telah menjadi simbol perlawanan dan bukti keterlibatan totalnya pada Islam. Merekalah pejuang-pejuang spritual yang menjunjung tingggi ketauhidan untuk tidak tunduk pada siapapun selain kepada Allah Azza wa Jalla. Mengenai mereka, adakah laki-laki muslim yang tidak tertarik ? ccchuiih, menjijikkan kalau ada. Wallahu ’alam bishshawwab
Parangtambung.
" Saat Cinta dan Rindu tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
– 15 – 11 – 2005 -