15 Maret, 2008

Adakah Cinta Dewasa Itu Di Sekitar Kita ?

Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita Taman itu adalah kebenaran. Air memberinya kesejukan dan ketenangan Sedang matahari memberinya gelora kehidupan…
-Anis Matta, Lc-
Salah satu unsur cinta dewasa adalah empati. Mengambil kepentingan pihak yang kita cintai untuk menjadi wilayah teritorial kita. Kalau kekasih kita haus, kita yang gugup mencarikan minum. Kalau kekasih yang terluka, perasaan kita yang mengucurkan darah. Itulah cinta dewasa. Cinta yang matang dengan kerelaan untuk berkorban. Untuk hal-hal yang menyenangkan ada kerelaan untuk mendahulukan. Sebaliknya untuk soal yang menyengsarakan, kita yang berdiri di garda terdepan. Contoh konkritnya, saat kenduri, kita makan belakangan, saat kebakaran kita yang paling akhir menyelamatkan diri. Itulah cinta dewasa. "Biarlah saya yang lebih dulu lapar, dan terakhir untuk kenyang."Kata-kata Imam Ali as yang tersimpan rapi dalam perbendaharaan sejarah. Menunjukkan adanya cinta dewasa pada diri Imam Ali as terhadap rakyatnya. Cinta dewasa terkadang dilematik. Sebab romantisme seringkali berhadapan dengan rasionalitas. Kalau kita mencintai kekasih kita, bukan berarti harus menuruti apa saja yang dia minta. Salah satu modus pertanggungjawaban cinta adalah adanya kepandaian dalam menyeleksi keinginan-keinginan berdasarkan pemahaman yang paling sehat dalam kehidupan. Mencintai tentu saja beda dengan menjerumuskan. Meskipun menuruti kemauan sang kekasih adalah sebuah kemesraan universal yang memang nikmat. Sedangkan menghalangi untuk melakukan kesenangan-kesenangannya yang kita tahu itu tidak sehat, tentu saja ada rasa perih untuk melakukannya. Kalau kita benar-benar saling cinta, saling menyayangi. Sungkan bakalan tidak ada. Takut juga tidak ada. Yang ada ikhlas untuk menerima. Seperti suami istri yang saling mencinta, tidak ada rasa takut untuk saling menegur. Misalnya, sang suami langsung bilang pada istrinya ketika memakai pakaian yang tidak pantas dikenakan. Sedangkan tetangganya belum tentu berani melakukannya. Begitu juga misalnya, ada seorang anak manjat pohon pada saat hujan. Orang yang lewat kurang lebih hanya sekedar bertanya dalam hati "Anak siapa ya ? kan bahaya naik pohon kala hujan ." kalau tetangga yang melihat, bisa saja hanya bilang," Hei turun, nanti jatuh!!". Cuman segitu, tidak diturutin juga tidak. Berbeda kalau yang melihat itu bapak atau ibunya, bukan cuman sekedar teriak tapi aksinya jauh lebih dalam, tapi dia datang bahkan sampai memanjat sambil menarik kaki anaknya. "Hayo turun !!!". Itulah wujud cinta dan kasih sayang yang sangat, berbeda dengan tetangga dan orang yang lewat. Tapi biasanya sang anak tidak mengerti. Dia pikir orangtuanya galak amat. Nah orang yang tak mau dikritik itu tidak jauh beda dengan anak-anak. Begitulah cinta dewasa memerlukan sikap kritis. Nah, ketika kita ingin dicintai itu sama halnya kita siap untuk dikritik. Dalam hidup berumah tangga, saya memiliki teman hidup yang bersikap kritis terhadap saya. Hidup bersamanya benar-benar memberi saya kesempatan untuk mendewasakan diri, saya terpacu terus menerus justru dengan sikap-sikapnya yang ‘kejam’. Dia menerapkan cinta dewasa justru dengan selalu mengupayakan penyelamatan atas proses hidup saya, melalui kritik-kritik, kecaman-kecaman, hardikan-hardikan bahkan mengisolasi. Terkadang itu teramat perih, tetapi ketika kita mampu berpikir dewasa memang itulah yang terbaik bagi pergaulan cinta antar manusia. Hardikan-hardikan mahasiswa di sudut-sudut jalan kepada pemerintahnya menurut saya adalah juga bagian dari wujud kecintaan mereka.
De, kusayangki.....makasih atas tegurannya.
Qom, 15 Maret 2008

2 komentar:

Lex dePraxis mengatakan...

Bicara soal revolusi budaya, saya baru saja menulis sebuah e-book terbaru yang akan merevolusi paradigma tentang dinamika sosial pria-wanita Indonesia dalam dunia romansa, berjudul The Secret Law of Attraction (bukan sampah new age seperti yang beredar selama ini), sekaligus kunci otomatis untuk menarik popularitas dan trafik blog Anda.

Download rahasia besar tersebut dalam e-book yang terdapat di http://www.hitmansystem.com/blog/the-secret-law-of-attraction-113.htm

DownSyndrome mengatakan...

terima kasih pembelajarannya:)